Minggu, 30 April 2017

Living with Dyslexia

Living with Dyslexia
By:"Lissa Weinstein"
Published on by Qanita

Aku tidak pernah ikut menyanyi. Aku tidak bisa mengingat kata-katanya, dan aku tidak bisa mengucapkan kata-kata itu dengan cepat. Kadang-kadang aku hanya menggerak-gerakkan mulut. Aku akan pura-pura atau menyanyi sedikit kalau aku ingat. Kalau aku berbuat salah, tidak akan ada yang tahu .... Bagiku, huruf-huruf itu sama sekali tidak masuk akal. Mengenali huruf-huruf itu saja aku tidak bisa. Semuanya hanya kelihatan seperti garis lekuk-lekuk yang tidak ada artinya.” —David, 7 tahun. Akulah ibunya. Akan kulakukan semuanya untuk membantu David. Seandainya aku bisa “mengerti” dyslexia (disleksia), mungkin aku bisa menyingkirkannya dari David. Saat David sakit selagi masih bayi, biasanya aku menciumnya, berharap penyakitnya akan pindah ke tubuhku yang lebih kuat. Bagi orang lain, susah sekali memahami apa yang dikatakan David. Kurasa, kesulitan itu membuatnya frustrasi. Disleksia memengaruhi bagaimana perasaan David tentang dirinya sendiri, bagaimana interaksinya dengan orang lain, bagaimana dia mengelola amarahnya, dan bagaimana dia menentukan minatnya. Aku tahu, banyak tokoh yang dulunya menyandang disleksia kini termasyhur: - Albert Einstein, - Muhammad Ali, - Keanu Reeves, - Tom Cruise, - Robin Williams, - Whoopi Goldberg. Dan aku akan membantu David menjadi besar seperti mereka. \

Buku ini berada pada ranking 5 oleh google books untuk kata kunci artikel tentang psikologi.

9789793269627

Buku ini memiliki 358 dan dari Google Books masuk dalam kategori.

Karya ini dipublikasikan pada tanggal dan memiliki rating pembaca .

Mau baca artikel mengenai psikologi? Kunjungi Komunitas Psikologi di Bali

balimentari.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar